Sunday, 22 March 2015

Lubang Cacing (wormhole) Menurut Pandangan Islam itu ada

Oleh : Choerul Elma S




Apakah kamu pernah menonton serial kartun doraemon, ketika doraemon dan nobita mau pergi kesuatu tempat yang jauh lalu doraemon mengeluarkan pintu kemana saja saat doraemon dan nobita masuk maka secara ajaib langsung sampai ketempat yang dituju.. Hmmm enak ya, seandainya ada dalam dunia nyata pasti enak kita bisa pergi wisata kemana saja semau kita tanpa ribet beli tiket pesawat dan tentenya hemat biyaya.



Pada tahun 1935, Albert Einstein dan Nathan Rosen menggunakan teori relativitas umum Einstein untuk mengusulkan adanya "jembatan" melalui ruang-waktu. Jalur ini, yang disebut "Jembatan Einstein-Rosen" atau "Lubang Cacing", menghubungkan dua titik yang berbeda dalam ruang-waktu, secara teoritis ini membuat jalan pintas yang bisa mengurangi waktu tempuh dan jarak.

Ternyata di dunia nyata secara fisika bisa saja terjadi bedanya di dunia nyata disebutnya lubang cacing bukan pintu kemana saja (halah sama) . 



Lubang cacing memiliki dua mulut, dengan terowongan yang menghubungkan keduanya. Mulut kemungkinan besar akan "bulat". Terowongan mungkin membentang lurus, tetapi bisa juga berbelok-belok, dan dapat lebih panjang daripada rute yang lebih konvensional.
Teori relativitas umum Einstein secara matematis memprediksi keberadaan lubang cacing, tetapi belum ada yang ditemukan sampai saat ini. Sebuah lubang cacing dengan massa negatif mungkin dapat terlihat dengan cara gravitasi mempengaruhi cahaya yang lewat di dekatnya.

Solusi tertentu dari relativitas umum memungkinkan untuk keberadaan lubang cacing dimana kedua mulutnya masing-masing terdapat lubang hitam. Namun, lubang hitam alami, yang dibentuk oleh runtuhnya bintang sekarat, tidak dengan sendirinya membuat lubang cacing.



Melintasi Lubang Cacing
Dalam fiksi ilmiah banyak yang mengisahkan perjalanan melalui lubang cacing. Namun sebenarnya perjalanan melalui lubang cacing lebih rumit, dan bukan hanya karena kita belum pernah melihatnya.

Masalah pertama adalah ukuran. Lubang cacing primordial diperkirakan ada pada tingkat mikroskopis, sekitar 10-33 centimeter. Namun, karena alam semesta mengembang, ada kemungkinan bahwa beberapa mungkin telah membentang ke ukuran yang lebih besar.

Masalah kedua adalah stabilitas. Diprediksi lubang cacing Einstein-Rosen tidak akan akan berguna untuk digunakan melakukan perjalanan karena mereka runtuh dengan cepat. Namun penelitian yang lebih baru menemukan bahwa lubang cacing yang mengandung materi "eksotis" bisa tetap terbuka dan tidak runtuh untuk waktu yang cukup lama.

Materi eksotis (jangan rancu dengan materi gelap atau antimateri) berisi kepadatan energi negatif dan tekanan negatif yang besar. Perilaku atau keadaan tersebut hanya terlihat dalam keadaaan vakum tertentu sebagai bagian dari teori medan kuantum.
Jika lubang cacing mengandung materi eksotis yang cukup, baik alami atau buatan, hal itu secara teoritis dapat digunakan sebagai metode pengiriman informasi atau wisatawan melalui ruang-waktu.

Lubang cacing tidak hanya menghubungkan dua wilayah yang terpisah dalam alam semesta, mereka juga bisa menghubungkan dua semesta yang berbeda. Demikian pula, beberapa ilmuwan telah menduga bahwa jika salah satu mulut lubang cacing dipindahkan dengan cara tertentu, itu bisa memungkinkan untuk perjalanan waktu. Namun, kosmolog Inggris Stephen Hawking telah menyatakan bahwa penggunaan tersebut tidak mungkin.

Meskipun penambahan materi eksotis pada lubang cacing mungkin menstabilkannya hingga ke titik aman bagi manusia untuk bisa bepergian dengan aman melaluinya, namun masih ada kemungkinan bahwa penambahan materi "biasa" akan cukup untuk mengacaukan portal tersebut.

Teknologi saat ini tidak cukup untuk memperbesar atau menstabilkan lubang cacing, bahkan jika mereka dapat ditemukan. Namun, para ilmuwan terus mengeksplorasi konsep lubang cacing sebagai metode perjalanan ruang angkasa dengan harapan bahwa teknologi pada akhirnya akan dapat memanfaatkan mereka.


Pandangan islam

Apakah kamu pernah dengar Kisah nabi sulaiman dan ratu bilqis yang singkat kisahnya nabi sulaiman meminta kepada pembesar-pembesarnya untuk memindahkan istana ratu bilqis dari Yaman ke Baitul Maqdis di Plestina lalu jin ifrit mengajukan diri untuk memindahkan istana ratu bilqis dengan kecepatan sebelum nabi selaiman bediri singgasana ratu bilqis sudah sampai di hadapan nabi sulaiman, selain Jin ifrit ternya ada yang mengajukan diri kepada nabi sulaiman untuk memindahkan istana ratu biqis dengan lebih cepat lagi yaitu dengan sekedipan mata istana itu sudah sampai .

قَالَ يَا أَيُّهَا الْمَلأ أَيُّكُمْ يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَنْ يَأْتُونِي مُسْلِمِينَ ٣٨
قَالَ عِفْريتٌ مِنَ الْجِنِّ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ ٣٩قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ ٤٠
Artinya:38. berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri".
39. berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya".
40. berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".

Dari kisah di Nabi sulaiman dan ratu bilqis ada seseorang yang mampu memindahkan Istana ratu Bilqis dengan kecepatan sebelum mengedipkan mata dari yaman ke palestina yang jaraknya 1500 mill, itu artinya sangat cepat melebihi kecepatan cahaya

Dalam ayat lain juga terdapat ayat yang berhubungan dengan perjalanan yang sangat cepat
Sebagaimana Firman ALLAH :

Dari Allah yang mempunyai tempat-tempat naikNaik malaikat dan ruh kepada Nya di dalam satu hari adalah ukurannya lima puluh ribu tahun(QS. Al Ma’aarij (70) ayat 3-4).

Wormhole-Ma’aarij ini, lebih merupakan jalur khusus yang diciptakan ALLAH bagi hamba-hamba yang dikehendaki-NYA. Ada yang meyakini, kisah-kisah di dalam Al Qur’an, seperti Pemuda Kahfi dan Peristiwa Isra’, ada keterkaitan denganFenomena Wormhole-Ma’aarij ini.

Wormhole-Ma’aarij juga diyakini, akan menemui semua insan yang bernyawa, yakniketika ajal menjelang, terbukalah satu pintu Wormhole-Ma’aarij kepada kita.Hyperspace ini akan terhubung ke Alam Barzakh, dimana Malaikat Maut akan menemani kita dalam meniti “jembatan” ini, yang satu harinya berbanding secara relative 50 ribu tahun di bumi.


Bila manusia mau berusaha pasti lubang cacing akan benar-benar terwujud



Allah berfirman menantang manusia dan jin:
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
“Hai bangsa jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan”. (Ar-Rahman:33)




Artikel Terkait

Lubang Cacing (wormhole) Menurut Pandangan Islam itu ada
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar: