Wednesday, 30 December 2015

Penyebab Internet di Indonesia Lambat dan Mahal


stresss, itulah yang di rasakan blogger seperti saya, atau mungking para blogger lainnya di indonesia, saat menghadapai kenyataan bahwa internet yang sudah menjadi kebutuhan pokok, tapi leletnya minta ampun, kalaupun cepat pasti harganya super mahal. Koneksi internet sangat sekali di butuhkan di era moderen ini, apapun sekarang sudah dilakukan secara online, seperti pendaftaran sekolah, pendaftaran masuk universitas, cari bahan informasi untuk kuliah, belanja dan bahkan naik ojek aja sekarang harus online.
Penyebab Internet di Indonesia Lambat dan Mahal

Data dari lembaga Internet.org, misalnya, menunjukkan bahwa 75 persen pengguna data seluler Tanah Air masih harus mengandalkan jaringan 2G GSM/EDGE yang kecepatannya jauh tertinggal dari jaringan 3G, apalagi 4G.

Menurut data terakhir, laporan terbaru dari Akami menyebutkan bahwa kecepatan internet di indonesia hanya menempati ke 101 di dunia, dengan kecepatan rata-rata 2,5Mbps,, sangat sangat mengenaskan... pantesan banyak orang stress di indonesia. Kapan negara indonesia maju kalo internet sebagai sumber informasi, inspirasi dan mencari rezeki, leletnya kaya siput kena cedera kaki.

Negara tetangga kita Malaysia bahkan internetnya sudah cepat dan menduduki pringkat ke 46 dengan kecepatan internet rata-rata 23,6Mbps , sempat berfikir, apa pindah ke malaysia aja ya,,biar lancar ngeblognya. haha. Negara yang termasuk 5 besar dengan koneksi internet tercepat adalah hongkong, Jepang, Korea selatan dan dua lainnya yaitu Rumania dan Latvia

namun, pernahkan terlintas di benak pikiran anda, kenapa internet di indonesia lelet sekali, dan bikin pusing tujuh keliling, rasanya saat lagi nonton youtube terus loadingnya lama, jadi laper pengin makan laptop. behh. okelah berikut ini faktor penyebab internet di indonesia lambat dan mahal.

1. kondisi geografis


indonesia adalah negara kepuloan yang otomatis memiliki banyak pulau, serta luas negara indonesia sangat luas dan di indonesia banyak sekali lembah, hutan dan pegunungan, hal tersebut menjadi masalah bagi operator penyedia jaringan internet dalam membangun infrastruktur jaringan internet. Intinya, mereka membutuhkan biaya yang relative besar dalam membangun infrastruktur tersebut dibandingkan dengan wilayah dengan medan geografis yang normal, hal inilah salah satu factor penyebabyang lambat dan mahalnya biaya internet di Indonesia.


2. sambungan internasional


Mayoritas server internet ada di Eropa dan Amerika Serikat, menyusul kemudian Jepang, Korea, Taiwan dan Singapura. Google, Yahoo!, Facebook, Twitter dan lain-lain semua servernya ada di luar negeri. Untuk terhubung dengan server-server tersebut, Penyedia Jasa Internet harus tersambung secara internasional. Jika tidak, maka anda tidak akan bisa membuka website-website tersebut dan ratusan ribu lainnya yang servernya ada di luar negeri. 

Indonesia tidak memiliki koneksi langsung ke jaringan Internasional atau biasa disebut Tier-1 yang berpusat di Amerika,Sehingga koneksi internet harus melalui beberapa negara terlebih dahulu seperti Singapura,Hongkong, Hawai, dan berakhir di Amerika, dikarenakan mahalnya koneksi maka satu jalur koneksi harus dibagi ke beberapa user sehingga menyebabkan koneksi lambat, jika Indonesia memiliki koneksi langsung ke Tier-1 maka negara-negara seperti yang disebutkan diatas mendapatkan pesaing, sehingga harga bandwith saling berkompetisi. Disamping itu untuk layanan internet yang berbasis satelit, harus menggunakan satelit dalam negeri seperti contohnya 2 operator seluler yang menyediakan layanan internet (sengaja tidak saya sebutkan) yang notabene tarifnya mahal. Sebagai perbandingan tarif internet Indonesia 48 kali lebih mahal daripada Singapura.

3. Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi


Untuk operator yang menggunakan gelombang radio atau wireless di frekuensi berapapun, mereka harus membayar BHP kepada pemerintah. Biaya ini tidaklah murah, terutama jika aplikasinya adalah komersial dan menghasilkan keuntungan besar seperti layanan internet GSM 3G atau CDMA EVDO. Jika dijelaskan disini perhitungannya, akan panjang sekali. Sebagai gambaran, SmartFren harus membayar sedikitnya 242 milyar rupiah untuk BHP selama 3 tahun.
Tentu saja ini nilai yang sedikit mengingat SmartFren adalah operator yang “kecil”. Sebagai ilustrasi, pada tahun 2010, PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) membayar BHP tahun dengan nominal trilyunan rupiah. Contoh yang paling dekat adalah Telkomsel dan XL tahun ini, masing-masing harus membayar BHP frekuensi sebesar 500 milyar untuk up front fee dan 100 milyar untuk BHP tahunan. Nilai yang fantastis, bukan?

4. Tingginya Tingkat Pengguna Internet di Indonesia 


Indonesia tercatat sebagai Negara dengan pengguna Internet terbanyak ke-8 di dunia, dan untuk wilayah Asia Pasifik,  Indonesia berada di  posisi ke-4 setalah Tiongkok (cina), India, dan Jepang. Hampir ¼ atau sekitar 22.4% dari seluruh total populasi Indonesia adalah pengguna Internet. Hal merupakan salah satu factor yang membuat lambatnya biaya Internet di Indonesia, karena dengan tingginya pengguna Internet maka pembagian jaringan internet menemui titik limitnya, dan otomatis koneksi Internet pun akan lambat.

5. Biaya hosting Server berbayar  Indonesia Masih Mahal


Bila diantara anda ada yang pernah ingin ataupun sudah membangun sebuah website dengan menggunakan hosting server, tentu anda mengetahui jika biaya dengan server lokal lebih mahal dibandingkan server luar negeri. Memeang benar bahwa kecepatan server hosting di luar Indonesia lambat namun dengan harga yang murah, inilah yang mebuat kebanyakan para webmaster Indonesia lebih memilih server hosting luar negeri untuk menghemat biaya. Sehingga pengguna internet dari Indonesia yang kebetulan berkunjung ke website dengan layanan hosting luar negeri  akan merasakan lambatnya loading website tersebut.

6. Biaya infrastruktur


Bisa dibilang biaya infrastruktur adalah biaya yang paling besar nilainya dalam menggelar suatu layanan internet. Besarnya biaya ini bergantung kepada jenis infrastruktur yang dibangun (kabel atau nirkabel), topgrafi wilayah, coverage atau jangkauan, ongkos tenaga kerja dan pengeluaran lain yang tak terduga, sebagai contoh biaya pemulihan pada galian kabel bawah tanah. Semua ini terhitung sebagai modal perusahaan Penyedia Jasa Internet dan harus dikembalikan dalam waktu tertentu.
Biaya ini tidak sedikit, sebagai contoh adalah biaya pembangunan kabel optik adalah USD 7 per kilometer, lalu kalikan sekian kilometer area yang akan dijangkau. Dalam kasus Telkom, sudah ada tempat beserta tiang, tinggal menggantung saja. Jika jaringan yang baru bisa lebih dari USD 7 per kilometer. Sedangkan untuk pembangunan sebuah BTS atau pemancar telepon seluler yang juga digunakan untuk internet membutuhkan biaya paling tidak 1 milyar rupiah. Jangkauan atau coverage BTS rata-rata adalah 5-20 km, tergantung kepadatan pengguna serta topografi wilayahnya.

Lambatnya internet di indonesia semoga menjadi perhatian khusus pemerintah indonesia, khususnya pemerintahan yang baru yaitu Jokowi-Jk tepatnya Menkominfo. Kepada bapak jokowi, saya harap anda cepat cepat memperbaiki internet di indonesia sebelum memperbaiki mental di indonesia, Dengan koneksi yang cepat maka revulusi mental akan cepat terealisasi sejalan dengan tingkat stress di indonesia yang meurun. Thanks



Artikel Terkait

Penyebab Internet di Indonesia Lambat dan Mahal
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email