Thursday, 25 February 2016

Penerapan Kantong Plastik Berbayar Wajib, Indonesia Selamat

Hai bro n sest.. Masalah sampah diindonesia nampaknya sudah keterlaluan. Khususnya di kota-kota di indonesia. Bahkan bukan cuma di kota besar saja yang memiliki masalah sampah. Tidak usah jauh-jauh ke kota besar seperti jakarta, di desa saya saja masalah sampah sungguh tidak tertangani dengan baik. 
Plastik Berbayar Wajib, Kalau Tidak Indonesia Hancur !!!

Sungai yang dulunya bersih, sekarang sudah seperti lintasan sampah... Saya masih ingat dulu waktu kecil sungai di desa saya masih jernih, masih layak sebagai tempat dimana kami bermain dan mandi. Tapi sekarang setelah 7 tahun berlalu, kondisi sungai sangat-sangat memperihatinkan. Banyak tumpukan sampah di pinggir-pinggir sungai dan sebagian besar adalah sampah plastik. 

Sampah plastik tersebut nampaknya dari warga yang buang sampah ke sungai, yaa memang di desa saya tidak ada tempat kusus untuk menampung sampah dari warga, jadi terpaksa mereka buang ke pinggiran sungai. Sampah juga sebagian kiriman dari hulu sungai yang melewati kota kecematan.

Sebenarnya saya geram dengan warga yang buang sampah disungai,, tapi karena saya bukan pak RT atau lurah desa, yaa bisa apa, masa mau bikin kebijakan untuk warga, ntar dikira sokkk...Saya cuma bisa menuangkan aspirasi di blog sederhana ini. Dengan harapan pendapat saya bisa diterima dan diterapkan masyarakat luas.


Kebijakan Plastik Berbayar Harus Segera di Terapkan


Baru-baru ini pemerintah sedang gencar-gencarnya membuat kebijakan plastik berbayar. Maksudnya jika kamu membeli apa saja di warung, pasar, swalayan dan mol, plastik untuk membawa barang belanjaan tidak diberikan secara cuma-cuma, akan ada tarifnya tersendiri. Dengan diberlakukannya kebijakan tersebut masalah sampah plastik bisa dikurangi

Penyumbang sampah terbesar diindonesia adalah dari sampah plastik. Bahkan indonesia menjadi penghasil sampah tersesar kedua setelah Cina.Haduhh . Sampah diindonesia secara keseluruhan mencapai 175.000 ton per hari atau 0,7 kilogram per orang.  

Ini merupakan masalah serius di negara kita, sampai saat inipun belum ada titik terang untuk menyelesaikan masalah sampah. Berbicara penanganan masalah sampah, Negara Swedia patut menjadi contoh. Disana bro n sestt,, sampah dijadikan sebagai bahan untuk pembangkit listrik tenaga sampah.. Bahkan saking kurangnya sampah di negara Swedia, mereka impor sampah dari negara eropa terutama norwegia..

Bila Indonesia bisa mencontoh Swedia dengan baik.. Naaa pasti sampah yang bertonton di indonesia mampu menyalakan lampu sampai plosokk negeri yang belum terjamah listrik. Tapiii bro n sestt.. negara kita belum mampu membuat teknologi secanggi Swedia. Ngolah emas sebagai barang berharga di papua aja gak bisa.. apalagi ngolah sampah..barang yang tidak berharga.hmm

Mulai dari langkah kecil


Marilah kita mulai dari langkah kecil yaitu menerapkan kebijakan pemerintah "Plastik Berbayar".. Makna inti dari kebijakan tersebut adalah menyelamatkan lingkungan. Dengan plastik di beri tarif sendiri, harapannya adalah masyarakat mau menghemat plastik atau menggunakan plastik yang sudah pernah dipakai untuk membawa belanjaan. Dengan begitu sampah berkurangan, pencemaran lingkungan berkurang, banjir tidak terjadi dan paling penting, kenyamanan akan kita dapatkan.

Mulai dari diri sendiri


Ayoo bro n sestt.. Dengan kesadaran dari dalam diri. Maka apa yang diharapkan akan segera tercapai. Tidak usah menunggu pemerintah meberlakukan peraturan ini. Toh hasilnya juga kita yang merasakan. Mulailah membawa plastik dari rumah untuk membawa barang belanjaan.. Semoga dengan langkah kecil yang kita lakukan, bisa berdampak besar bagi keselamatan lingkungan.


Oke thanks.. 





Artikel Terkait

Penerapan Kantong Plastik Berbayar Wajib, Indonesia Selamat
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email