Thursday, 24 March 2016

5 Harta Karun di Indonesia Yang Belum ditemukan

Istilah harta karun kita sering mendengarnya, adalah harta yang bernilai banyak namun masi tersimpan disuatu tempat. Harta karun ternyata ada didunia nyata lho, bukan hanya di filem national treasure dan anime One Piece saja.

Kabar baiknya harta karun juga ada di Indonesia. Seperti yang baru-baru ini lagi hangat diberitakan, dua pedang emas milik VOC ditemukan di banda aceh. Dua pedang emas temuan di Banda Aceh tersebut hanya sebagian kecil dari harta karun di Indonesia yang belum ditemukan. Namun beberapa informasi tentang harta karun di Indonesia masih harus di telisik kebenarannya.

Berikut 10 Harta karun di Indonesia yang belum ditemukan.

5 Harta Karun di Indonesia Yang Belum ditemukan


Harta karun VOC di pulau Onrust


Harta karun VOC di pulau Onrust berawal dari keganjalan sejarah VOC saat bangkrut. Bagaimana institusi dagang sebesar VOC bisa bangkrut tiba-tiba bangkrut?. VOC pada masa janyanya memonopoli segala komoditas yang ada di Indonesia. Korupsi dan kecurangan pejabatnya sendiri membuat VOC bangkrut meninggalkan hutang senilai 219 juta gulden. 

Diduga kekayaan yang digelapkan pejabat VOC dalam bentuk emas batangan yang jumlahnya ratusan. Pulau Onrust sebagai bekas pusat tempat kekuatan dasyat VOC di Indonesia, diduga sebagai tempat untuk menyembunyikan emas batangan milik pejabat VOC hasi dari penggelapan tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan penemuan harta karun di kapal dagang VOC yang tenggelam di selat malaka bernama kapal De Geldermalsen. Di kapal tersebut sipenemunya Michael Hutcher bersama tim pemburu harta karunnya menemuka 126 mas lantakan dan 160.000 kramik dari dinasiti Ming dan Ching.


Harta Karun Sriwijaya di Sungai Musi 


Sungai musi sudah sangat lama menjadi lalu lintas air, bahkan pada saat masa kerajaan sriwijaya samapi penguasa dagang VOC pun memanfaatkan sungai musi sebagai laluntas air. Menurut Retno Purwati selaku peneliti dari Balar Palembang, disungai musi dipastikan banyak harta karun peninggalan kerajaan Sriwijaya. Selain harta karun Sriwijaya, kabarnya pernah ada kapal dagang VOC yang pernah karam disungai musi.

Pada tahun 1994 pernah ditemukan arca berlapis emas senilai 4 milyar. Ratusan tahun menjadi jalan laulintas air, pasti masih banyak harta karun yang masih menunggu untuk ditemukan.


Perairan Laut Babel (Bangka Belintung)


Perairan bangka belintung merupakan surganya para pemburu harta karun. Ditempat itu sudah menjadi bak kuburan harta karun dari kapal yang karam.

Menurut hasil penelitian direktorat, mengungkapkan bahwa ada 40 titik yang tersebar di selat Bangka. Namun pusat yang paling banyak terdapat di perairan pulau bangka. Terdapat banyak pencurian harta karun kapal karam yang terjadi perairan pulau bangka.

Baca juga misteri bawah laut yang belum terpecahkan

Harta Karun Majapahit

Pada zaman kerajaan majapahit masih berjaya, tepatnya pemerintahan Hayam Wuruk pernah mengadakan pesta besar-besaran untuk menyambut duta angkatan perang dari Tiongkok. Untuk menunjukan bahwa majapahit adalah kerajaan besar dan patut untuk dihormati, majapahit menjamu tamu dengan makan-makan yang peralatan makannya terbuat dari emas.

Habis pesta itu usai, peralatan makan yang semuanya terbuat dari emas dibuang ke kolamsegaran dimana pesta tersebut dilangsungkan. Lagi-lagi majapahit melakukan itu untuk menunjukan bahwa mereka benar-benar memiliki kerajaan besar yang makmur.

Peralatan yang kesemuanya terbuat dari emas diambil lagi setelah tamu dari Tiongkok pergi. Namun ada juga yang mengatakan tidak diambil lagi.

Harta karun Majapahit bukan hanya peralatan makan yang terbuat dari emas saja. Masih banyak peninggalan seperti di Trowulan banyak ditemuakan koin emas, candi-candi dan patung-patung yang terbuat dari emas.

Di kabupaten Mojokerto, terdapat kisah desa Kemasan yang konon didalam tanahnya terdapat emas yang disimpan di tempat itu.

Harta karun Yamashita di Indonesia


Jika harta karun Yamashita ditemukan, maka akan menjadi penemuan harta terbesar yang pernah ada. Total harta karun Yamashita diperkirakan mencapai 60.000 ton emas batangan.

Harta karun berawal dari organisasi Kin No Yuri atau Bunga lilin emas yang diketuai oleh Tomoyuki Yamashita. Selama perang dunia ke II organisasi asal Jepang tersebut ditugaskan untuk merampas dan mencuri emas yang ada di kawasan Asia Tenggara guna membiayai perang Jepang di Pasifik.

Namun sejak tahun 1943 Jepang tidak bisa mengirimkan emas ke Jepang dikarenakan Jepang kalah perang dilautan. Sekutu dan kapal selamnya siap menembaki kapal Jepang yang melintas. Akhirnya emas yang sudah terkumpul tidak bisa lagi dikirim ke Jepang dan meledakan gua-gua dan terowongan tempat penyimpanan emas di kawasan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

Baca juga : misteri perang dunia II yang belum terpecahkan





Artikel Terkait

5 Harta Karun di Indonesia Yang Belum ditemukan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar: