Wednesday, 6 September 2017

Manusia Bersayap, Coretan Tanpa Tinta

MANUSIA BERSAYAP
Coretan Tanpa Tinta Volume 10


Ada sebuah cerita yang mengatakan bahwa kau ingin terlihat baik lalu membaca Qur’an dengan suara merdu, sedangkan hatimu terlihat mengabu. Kau tersenyum ramah, tapi jika kau peras hatimu, akan terasa asam, se-asam es jeruk tanpa gula. Kau rajin melakukan sholat, puasa, dan zakat, tetapi ketika kau membuka satu persatu ruang dalam hatimu, hanya ada ruangan kosong bahkan oksigen tidak ada di situ. Itulah manusia. Manusia yang diciptakan tidak lain tidak untuk kecuali menyembah Allah, tapi... (kehilang kata-kata) Bahkan hal itu tidak lebih baik dari pada seorang PSK yang matanya selalu basah karena air mata dalam sholatnya.

Kembali kepada manusia. Perlahan demi perlahan matamu akan dibutakan dengan gunungan pujian sebagai tanda awal kebanggaan setan mulai menyelinap. Ya, Setan terlihat seperti malaikat bersayap, tetapi itu yang membuat manusia tenggelam dalam lautan kebingungan.

putri manusia bersayap

Ketika manusia ingin kembali dapat membedakan mana malaikat asli dan mana malaikat palsu, puji-pujian mulai melambungkan, harta haram menutup mata, keindahan dunia terasa seakan keindahan surga. Kehebatan iblis dan sihirnya, membuat manusia lupa dari mana asalnya.

Kadang, hanya kadang bahkan jarang, perasaan ingin kembali mengetuk hatimu. Menggumpal, tapi hanya menggumpal lalu pecah layaknya santan. Pada akhirnya berlalu begitu saja sedangkan akhir bagi manusia yang ditentukan oleh penguasa sudah dipastikan.

TAPI!! Mengintip kata-kata seorang teman, “Optimis itu harus ada. Hidayah itu bisa datang kapan saja.”

by: Nanung



Artikel Terkait

Manusia Bersayap, Coretan Tanpa Tinta
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email