Monday, 18 September 2017

Mengusir Lupa, Coretan Tanpa Tinta, volume tak diketahui

Mengusir Lupa. Coretan Tanpa Tinta, volume tak diketahui -"Spesial Ramadhan"-
Semalam, sedikit berbeda pada sebuah keinginan, dikarenakan tarawih. Mengingat kembali belasan tahun lalu, dimana film kartun kesukaanku adalah Captain Tsubasa, Hunter x Hunter, Pinky Momo, Dragon Ball, Boboho, eits... seharusnya tak perlu mengatakan ini, tapi karena sudah terlanjur, ya, sudahlah.. intinya tetap seusia itu pada malam Ramadhan. Sebelum sholat, biasanya kami mengumpulkan batu kecil dan dibawa ke dalam mushola. Untuk apa? Ckckck. Tentu saja untuk menghitung sudah berapa raka'at shalat tarawih yang sudah kami lakukan! Hehehe.

mengusir lupa by nanung
Tak hanya batu kerikil yang dibawa, kadang kala kita membawa kapur tulis dan mulai menghitung di 'tegel' dari semen. Hanya saja, saya lupa, kapur tulis itu dibelikan oleh bapak atau kapur yang saya ambil dari papan tulis sekolah . Oya, tenyata perjuangan kami dengan memakai batu kerikil atau pun kapur tulis dihargai oleh orang dewasa!?? Soalnya ada beberapa ibu - ibu yang bertanya,
"Sudah berapa raka'at, Nduk?"
Begitulah.. tapi setelah lebih dewasa lagi, kami tak perlu menggunakan batu maupun kerikil, cukup mendengarkan perkataan imam, setiap selesai empat rakaat, ada tanda abu bakar, Umar, Usman, lalu Ali.
Di Jakarta ini, semalam, imam menumbuhkan ingatan tentang ayahku dan tarawih di Jogja. Dari sikap imam, yang entah kenapa aku langsung menyimpulkan sangat mirip ayahku ketika beliau berbicara, dan ketika witir, raka'at terakhir yang dibaca adalah surat An Naas, Al Falaq, dan Al Ikhlas.. benar-benar mengusir lupa, bahwa saya ada di Jakarta malam ini. Inilah perasaan saya.

by: Nanung



Artikel Terkait

Mengusir Lupa, Coretan Tanpa Tinta, volume tak diketahui
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email