Sunday, 15 October 2017

Coretan Tanpa Tinta : Tawa Makhluk yang Berasal dari Api

Pada zaman ini, banyak permasalahan yang muncul dengan sebab maupun tanpa sebab yang tidak akan berubah menjadi kebab yang gurih, dan menggugah selera. Permasalahan muncul dari hal-hal yang berat seperti politik, ekonomi, maupun berat badan; atau hal-hal ringan seperti kebersihan piring (yang berisi spaghetti lada hitam?), Cara berjalan orang lain, dan bergosip?

Aaah... Ada masalah yang lebih urgent (cie... Bahasanya keren �) yakni: Saya ngantuk dan belum bisa tidur. Entah kekenyangan selesai makan Nasi Gurame Asam Manis dan cappucino atau....?

coretanku tawa dalam api

Hm.... Hm.... Hm.... Saya mendengar tawa. Saya melongok ke atas, ada dia. Ke bawah, ada dia.
Kesamping kanan lalu kiri, ada dia. Bahkan, ketika saya memindahkan mata ke belakang kepala, ada dia. Eeerrrggghh... Saya lelah. Mendengar tawanya. Semakin lelah, ia semakin keras tertawa. Dan mulai berbicara, "Hei tanah... Ngapain kamu tahan? Keluarkan semua uneg-unegmu! Cukup jadi api, bakar semua. Bakar!!! Hahahahahaha" Haaaaah.. Tawaran yang menyegarkan dan menggiurkan.

Sempat saya berpikir, "Betul, kenapa harus ditahan? Hihihi (mirip suara Mak Lampir). Kemudian berpikir ulang, dan untungnya masih punya pikiran. Mau merusak? Membakar? Memutus? Sudah cukup siapkah menyesal? Perasaan bersalah yang menumpuk, bahkan akan mengecilkan hatimu, tapi tidak pasti juga dengan badanmu? Ah, kamu, Nung... Cuci kaki, siapkan bantal dan selimut, berdoa, lalu tidur sana! Jika tidak bisa tidur, paksa! Entah menggunakan penutup mata atau mengikatkan pemberat timbangan di bulu matamu. ��

Ini adalah Coretan Tanpa Tinta yang absurd. Laaaah?? Biasanya lebih parah.... �

By: Nurrahmah Chan·



Artikel Terkait

Coretan Tanpa Tinta : Tawa Makhluk yang Berasal dari Api
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email